LAPORAN KEUANGAN BANK
Laporan keuangan merupakan hasil
akhir dari suatu proses pencatatan, yang merupakan suatu ringkasan dari
transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.
Pengertian laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan:
“Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misal, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misal informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga”
Dari pengertian diatas laporan keuangan dibuat sebagai bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap, dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan tugas-tugas yang dibebankan kepada manajemen.
Penyusunan laporan keuangan disiapkan mulai dari berbagai sumber data, terdiri dari faktur-faktur, bon-bon, nota kredit, salinan faktur penjualan, laporan bank dan sebagainya. Data yang asli bukan saja digunakan untuk mengisi buku perkiraan, tetapi dapat juga dipakai untuk membuktikan keabsahan transaksi.
Laporan keuangan terdiri dari:
-Neraca, menginformasikan posisi keuangan pada saat tertentu, yang tercermin pada jumlah harta yang dimiliki, jumlah kewajiban, dan modal perusahaan.
-Perhitungan laba rugi, menginformasikan hasil usaha perusahaan dalam suatu periode tertentu.
-Laporan arus kas, menginformasikan perubahan dalam posisi keuangan sebagai akibat dari kegiatan usaha, pembelanjaan, dan investasi selama periode yang bersangkutan.
-Catatan atas laporan keuangan, menginformasikan kebijaksanaan akuntansi yang mempengaruhi posisi keuangan dari hasil keuangan perusahaan.
Pengertian laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan:
“Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misal, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misal informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga”
Dari pengertian diatas laporan keuangan dibuat sebagai bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap, dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan tugas-tugas yang dibebankan kepada manajemen.
Penyusunan laporan keuangan disiapkan mulai dari berbagai sumber data, terdiri dari faktur-faktur, bon-bon, nota kredit, salinan faktur penjualan, laporan bank dan sebagainya. Data yang asli bukan saja digunakan untuk mengisi buku perkiraan, tetapi dapat juga dipakai untuk membuktikan keabsahan transaksi.
Laporan keuangan terdiri dari:
-Neraca, menginformasikan posisi keuangan pada saat tertentu, yang tercermin pada jumlah harta yang dimiliki, jumlah kewajiban, dan modal perusahaan.
-Perhitungan laba rugi, menginformasikan hasil usaha perusahaan dalam suatu periode tertentu.
-Laporan arus kas, menginformasikan perubahan dalam posisi keuangan sebagai akibat dari kegiatan usaha, pembelanjaan, dan investasi selama periode yang bersangkutan.
-Catatan atas laporan keuangan, menginformasikan kebijaksanaan akuntansi yang mempengaruhi posisi keuangan dari hasil keuangan perusahaan.
Pengertian
neraca bank, isi/elemen neraca bank, dan contohnya
Pengertian
neraca bank
Neraca
adalah laporan keuangan yang menggambarkan posisis keuangan perusahaan dalam
suatu tanggal tertentu atau a moment of time, atau sering juga disebut per
tanggal tertentu misalnya per tanggal 31 Desember 2009. Posisi yang digambarkan
adalah posisi harta, utang dan modal.
Isi/elemen
neraca bank
Harta
Menurut APB Statement (1970, halaman 132) mendefinisikan asset sebagai berikut :
“kekayaan ekonomi perusahaan, termasuk didalamnya pebebanan yang ditunda, yang dinilai dan diakui sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku”.
Menurut FASB (1985) memberikan definisi sebagai berikut :
“asset adalah kemungkinan keuntungan ekonomi yang diperoleh atau dikuasai dimasa yang akan dating oleh lembaga tertentu sebagai akibat transaksi atau kejadian yang sudah berlalu”.Pengakuan dan Penilaian Aktiva
Prinsip yang berlaku sekarang dalam pengakuan dan penilaian aktiva sesuai dengan yang digariskan APB adalah sebagai berikut.
“Pencatatan aktiva berdasarkan pada kejadian kapan perusahaan mendapatkan kekayaan atau aktiva itu dari pihak lain sedangkan kewajiban kapan muncul kepada pihak lain. Penilaian keduanya didasarkan pada nilai tukar, nilai pengorbananpada pengalihan terjadi. Nilai ini disebut acquisition cost”.
Dalam hal pengorbanan yang diberikan adalah aktiva bukan uang (nonmoneter), nilai yang dipakai adalah harga pasar barang yang diserahkan. Disamping nilai pertukaran ini atau historical cost, dalam prinsip akuntansi dikenal juga bebagai nilai yang sering dipakai dalam penilaian aktiva.
Menurut APB Statement (1970, halaman 132) mendefinisikan asset sebagai berikut :
“kekayaan ekonomi perusahaan, termasuk didalamnya pebebanan yang ditunda, yang dinilai dan diakui sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku”.
Menurut FASB (1985) memberikan definisi sebagai berikut :
“asset adalah kemungkinan keuntungan ekonomi yang diperoleh atau dikuasai dimasa yang akan dating oleh lembaga tertentu sebagai akibat transaksi atau kejadian yang sudah berlalu”.Pengakuan dan Penilaian Aktiva
Prinsip yang berlaku sekarang dalam pengakuan dan penilaian aktiva sesuai dengan yang digariskan APB adalah sebagai berikut.
“Pencatatan aktiva berdasarkan pada kejadian kapan perusahaan mendapatkan kekayaan atau aktiva itu dari pihak lain sedangkan kewajiban kapan muncul kepada pihak lain. Penilaian keduanya didasarkan pada nilai tukar, nilai pengorbananpada pengalihan terjadi. Nilai ini disebut acquisition cost”.
Dalam hal pengorbanan yang diberikan adalah aktiva bukan uang (nonmoneter), nilai yang dipakai adalah harga pasar barang yang diserahkan. Disamping nilai pertukaran ini atau historical cost, dalam prinsip akuntansi dikenal juga bebagai nilai yang sering dipakai dalam penilaian aktiva.
Nilai ini
adalah :
1. Book value adalah nilai buku yang diperoleh dari harga perolehan aktiva dikurangi dengan akumulasi penyusutan.
2. Replacement cost adalah nilai barang yang dimaksudkan jika diganti dengan barang lain yang sama.
1. Book value adalah nilai buku yang diperoleh dari harga perolehan aktiva dikurangi dengan akumulasi penyusutan.
2. Replacement cost adalah nilai barang yang dimaksudkan jika diganti dengan barang lain yang sama.
3. Selling
price adalah harga jual.
4. Net realizable value adalah harga jual dikurangi dengan biaya penjualan atau dikurangi dengan tingkat margin yang normal.
4. Net realizable value adalah harga jual dikurangi dengan biaya penjualan atau dikurangi dengan tingkat margin yang normal.
Nilai
tersebut diatas sering dianggap tidak konsisten dengan konsep teori pengukuran
yang murni. Beberapa metode penilaian asset yang digambarkan oleh Wolk, dkk
sebagai berikut :- Piutang : Taksiran nilai net realizable value
– Investasi : Cost, lower of cost or market (LOCOM) atau market (tergantung jenis investasi), metode equity.
– Persediaan barang dagang : Cost, replacement cost, net realizable value atau net realizable value dikurangi mark up normal.
– Aktiva tetap : Full absorption costing untuk perusahaan dan kapitalisasi bunga untuk yang bukan perusahaan
– Pertukaran aktiva non sejenis : Cost, alokasi cost dan nilai buku. Nilai buku asset lama ditambah dengan kas yang sejenis diberikan.
– Aktiva tak berwujud : Nilai buku
– Pembebanan ditunda : Nilai buku
– Investasi : Cost, lower of cost or market (LOCOM) atau market (tergantung jenis investasi), metode equity.
– Persediaan barang dagang : Cost, replacement cost, net realizable value atau net realizable value dikurangi mark up normal.
– Aktiva tetap : Full absorption costing untuk perusahaan dan kapitalisasi bunga untuk yang bukan perusahaan
– Pertukaran aktiva non sejenis : Cost, alokasi cost dan nilai buku. Nilai buku asset lama ditambah dengan kas yang sejenis diberikan.
– Aktiva tak berwujud : Nilai buku
– Pembebanan ditunda : Nilai buku
Kewajiban / Hutang (Liabilities)
Menurut FASB kewajiban adalah kemungkinan pengorbanan kekayaan ekonomis dimasa yang akan datang yang timbul akibat kewajiban perusahaan sekarang untuk masa yang akan datang sebagai akibat dari suatu transaksi atau kejadian ekonomi yang sudah terjadi.
Beberapa istilah dalam kewajiban :
1. Contractual liabilities adalah kewajiabn yang didukung oleh perjanjian tertulis.
2. Constructive obligation adalah kewajiban yang tidak dinyatakan secara tertulis, misalnya pembayaran cuti atau bonus tertentu.
3. Equitable obligation adalah kewajiban yang tidak dikuatkan kontrak atau hanya karena kewajiban moral atau kewajiban demi kewajaran atau keadilan.
4. Contigent liabilities adalah suatu situasi atau keadaan yang menggambarkan ketidakpastian apakah mungkin menimbulkan keuntungan atau kerugian kepada perusahaan, dimana hanya dapat dipastikan apabila suatu kejadian atau beberapa kejadian dimasa yang akan datang terjadi atau tidak.
5. Deffered credit adalah sejenis kewajiban tetapi bukan dalam pengertian memberikan pengorbanan dimasa yang akan datang. Deffered credit ada dua jenis :
a. Prepaid revenue adalah penerimaan dimuka yang belum sepenuhnya diimbangi dengan pemberian jasa atau produk yang dibayar.
b. Deffered revenue akibat pengakuan pendapatan, misalnya adalah investment tax credit dan laba rugi dari transaksi leaseback.
6. Executory contract adalah perjanjian yang belum dilaksanakan, tetapi kita sudah terikat dengan perjanjian baik untuk memenuhi kewajiban dimasa yang akan datang maupun yang akan menerima kekayaan atau jasa dimasa yang akan datang. Misalnya adalah kontrak pembelian dimasa yang akan datang dimana perusahaan harus menyediakan barang dimasa yang akan datang – kontrak pekerjaan dalam pegawai dimana perusahaan harus membayar gaji dimasa yang akan datang.
Menurut FASB kewajiban adalah kemungkinan pengorbanan kekayaan ekonomis dimasa yang akan datang yang timbul akibat kewajiban perusahaan sekarang untuk masa yang akan datang sebagai akibat dari suatu transaksi atau kejadian ekonomi yang sudah terjadi.
Beberapa istilah dalam kewajiban :
1. Contractual liabilities adalah kewajiabn yang didukung oleh perjanjian tertulis.
2. Constructive obligation adalah kewajiban yang tidak dinyatakan secara tertulis, misalnya pembayaran cuti atau bonus tertentu.
3. Equitable obligation adalah kewajiban yang tidak dikuatkan kontrak atau hanya karena kewajiban moral atau kewajiban demi kewajaran atau keadilan.
4. Contigent liabilities adalah suatu situasi atau keadaan yang menggambarkan ketidakpastian apakah mungkin menimbulkan keuntungan atau kerugian kepada perusahaan, dimana hanya dapat dipastikan apabila suatu kejadian atau beberapa kejadian dimasa yang akan datang terjadi atau tidak.
5. Deffered credit adalah sejenis kewajiban tetapi bukan dalam pengertian memberikan pengorbanan dimasa yang akan datang. Deffered credit ada dua jenis :
a. Prepaid revenue adalah penerimaan dimuka yang belum sepenuhnya diimbangi dengan pemberian jasa atau produk yang dibayar.
b. Deffered revenue akibat pengakuan pendapatan, misalnya adalah investment tax credit dan laba rugi dari transaksi leaseback.
6. Executory contract adalah perjanjian yang belum dilaksanakan, tetapi kita sudah terikat dengan perjanjian baik untuk memenuhi kewajiban dimasa yang akan datang maupun yang akan menerima kekayaan atau jasa dimasa yang akan datang. Misalnya adalah kontrak pembelian dimasa yang akan datang dimana perusahaan harus menyediakan barang dimasa yang akan datang – kontrak pekerjaan dalam pegawai dimana perusahaan harus membayar gaji dimasa yang akan datang.
Pengakuan dan Penilaian Kewajiban
Menurut APB Statement No.4 serta SFAC No. 5 kewajiban dinilai sebesar kejadian dalam transaksi, biasanya jumlah yang akan dibayarkan di masa yang akan datang biasanya didiskontokan (dinilai berdasarkan Present Value – untuk yang jangka panjang), sejumlah nilai pertukaran atau sejumlah nilai nominal.
Menurut APB Statement No.4 serta SFAC No. 5 kewajiban dinilai sebesar kejadian dalam transaksi, biasanya jumlah yang akan dibayarkan di masa yang akan datang biasanya didiskontokan (dinilai berdasarkan Present Value – untuk yang jangka panjang), sejumlah nilai pertukaran atau sejumlah nilai nominal.
Contoh gambar neraca bank
NERACA
NERACA
Periode : 31 Oktober 2008
No. Pos-pos Jumlah
AKTIVA
1 Kas 31,187,338,775.00
2 Bank
a. Giro Bank Indonesia 258,459,853,649.78
b. SBI Syariah 50,000,000,000.00
c. Giro Bank Lain 11,641,516,276.49
-/- Cad.Pengh.Giro Pd Bank Lain (160,000,000.00)
3 Penempatan Pada Bank
-/- Cadangan Kerugian Penempatan Pada Bank
4 Surat Berharga dan Tagihan Lainnya 532,000,000,000.00
-/- Cadangan Kerugian SB/Tagihan Lain (820,000,000.00)
5 Piutang & Pembiayaan
a. Piutang 1,729,395,775,890.06
b. Pembiayaan 147,353,832,337.40
-/- Cad. Penghapusan Piutang/Pembiayaan (30,217,574,408.64)
6 Aktiva Ijarah 80,697,805.26
-/- Akumulasi Penyusutan Aktiva Ijarah (25,962,507.79)
7 Aktiva Non Produktif 4,030,522,327.86
-/- Cad. Penghapusan Aktiva Non Produktif (4,030,522,327.86)
8 Pendapatan yang masih akan diterima 28,060,550,596.65
9 Aktiva Tetap 64,374,101,128.30
-/- Akumulasi Penghapusan Aktiva Tetap (21,209,850,969.01)
10 Aktiva Tetap 83,307,985,203.67
TOTAL AKTIVA 2,883,428,263,777.17
NERACA
Periode : 31 Oktober 2008
No. Pos-pos Jumlah
AKTIVA
1 Kas 31,187,338,775.00
2 Bank
a. Giro Bank Indonesia 258,459,853,649.78
b. SBI Syariah 50,000,000,000.00
c. Giro Bank Lain 11,641,516,276.49
-/- Cad.Pengh.Giro Pd Bank Lain (160,000,000.00)
3 Penempatan Pada Bank
-/- Cadangan Kerugian Penempatan Pada Bank
4 Surat Berharga dan Tagihan Lainnya 532,000,000,000.00
-/- Cadangan Kerugian SB/Tagihan Lain (820,000,000.00)
5 Piutang & Pembiayaan
a. Piutang 1,729,395,775,890.06
b. Pembiayaan 147,353,832,337.40
-/- Cad. Penghapusan Piutang/Pembiayaan (30,217,574,408.64)
6 Aktiva Ijarah 80,697,805.26
-/- Akumulasi Penyusutan Aktiva Ijarah (25,962,507.79)
7 Aktiva Non Produktif 4,030,522,327.86
-/- Cad. Penghapusan Aktiva Non Produktif (4,030,522,327.86)
8 Pendapatan yang masih akan diterima 28,060,550,596.65
9 Aktiva Tetap 64,374,101,128.30
-/- Akumulasi Penghapusan Aktiva Tetap (21,209,850,969.01)
10 Aktiva Tetap 83,307,985,203.67
TOTAL AKTIVA 2,883,428,263,777.17
No. Pos-pos Jumlah
PASIVA
1 Giro Wadiah 147,574,369,532.75
2 Tabungan Wadiah 74,318,136,586.14
3 Simpanan Wadiah lainnya 619,999,015,396.66
4 Kewajiban Segera Lainnya 5,831,852,706.33
5 Tabungan Mudharabah 5,437,505,677.35
6 Deposito Mudharabah 1,698,789,608,330.01
7 Simpanan Mudharabah Lainnya 6,589,620.91
8 Surat Berharga diterbitkan 20,000,000,000.00
9 Simpanan dari Bank Lain 3,010,079,872.32
10 Pinjaman diterima
11 Setoran jaminan 249,018,150.00
12 Beban yang masih harus dibayar 6,185,384,085.79
13 Rupa-rupa Pasiva 22,967,624,810.72
14 Modal 150,059,655,000.00
15 Cadangan Umum
16 Laba(Rugi) tahun lalu 92,555,160,340.70
17 Laba/Rugi tahun berjalan (sebelum pajak) 36,444,263,667.49
TOTAL PASIVA 2,883,428,263,777.17
PASIVA
1 Giro Wadiah 147,574,369,532.75
2 Tabungan Wadiah 74,318,136,586.14
3 Simpanan Wadiah lainnya 619,999,015,396.66
4 Kewajiban Segera Lainnya 5,831,852,706.33
5 Tabungan Mudharabah 5,437,505,677.35
6 Deposito Mudharabah 1,698,789,608,330.01
7 Simpanan Mudharabah Lainnya 6,589,620.91
8 Surat Berharga diterbitkan 20,000,000,000.00
9 Simpanan dari Bank Lain 3,010,079,872.32
10 Pinjaman diterima
11 Setoran jaminan 249,018,150.00
12 Beban yang masih harus dibayar 6,185,384,085.79
13 Rupa-rupa Pasiva 22,967,624,810.72
14 Modal 150,059,655,000.00
15 Cadangan Umum
16 Laba(Rugi) tahun lalu 92,555,160,340.70
17 Laba/Rugi tahun berjalan (sebelum pajak) 36,444,263,667.49
TOTAL PASIVA 2,883,428,263,777.17
Pengertian Laporan Laba Rugi Bank
1. Laporan laba rugi merupakan laporan mengenai pendapatan dan
beban-beban suatu perusahaan selama periode tertentu. Laporan laba rugi juga
merupakan tujuan utama untuk mengukur tingkat keuntungan dari perusahaan dalam
suatu periode tertentu. Hasil akhir dari suatu laporan laba rugi adalah
keuntungan bersih atau kerugian. Kemudian bila perusahaan tidak membagi
deviden, maka seluruh hasil akhir tersebut menjadi laba ditahan. Tetapi bila
perusahaan membagi deviden, maka hasil akhir tersebut terlebih dahulu dikurangi
dengan deviden untuk memperoleh nilai laba ditahan.
2. Laporan laba rugi (Inggris:Income Statement atau Profit and
Loss Statement) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang
dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan
dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.
Elemen dari Laporan Laba Rugi Bank
I. Pendapatan Jumlah dari :
1. Pendapatan Operasional
· Hasil Bunga
· Provisi dan Komisi
2. Pendapatan Non Operasional
II. Biaya Jumlah dari:
1. Biaya Operasional
· Biaya Bunga
· Biaya Lanilla
2. Biaya Non Operasional
III. Laba/Rugi sebelum pajak
IV. Sisa/ Laba / Rugi tahun lalu
Unsur-unsur dan Isi laporan laba rugi biasanya terdiri dari:
IV. Sisa/ Laba / Rugi tahun lalu
Unsur-unsur dan Isi laporan laba rugi biasanya terdiri dari:
- Pendapatan dari penjualan
- Dikurangi Beban pokok penjualan
- Laba/rugi kotor
- Dikurangi Beban usaha
- Laba/rugi usaha
- Ditambah atau dikurangi Penghaslan/beban lain
- Laba/rugi sebelum pajak
- Dikurangi Beban pajak
- Laba/rugi bersih
Contoh dari Laporan Laba Rugi Bank
LAPORAN
KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF
Pengertian Aktiva Produktif
Untuk lebih memahami konsep aktiva produkrif, maka pada bagaian ini terlebih dahulu akan dikupas mengenai aktiva dan prinsip-prinsipnya. Kualitas aktiva Produktif (KAP) adalah sebagai nilai tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana yang ditanamkan dalam aktiva produktif (pokok termasuk bunga) berdasarkan kriteria tertentu. Hal ini untuk memudahkan dalam memahami aktiva produktif dalam pembahasan selanjutnya. Aktiva diartikan sebagai jasa yang akan datang dalam bentuk uang atau jasa mendatang yang dapat ditukarkan menjadi uang (kecuali jasa-jasa yang timbul dari kontrak yang belum dijalankan kedua belah pihak secara sebanding) yang didalamnya terkandung kepentingan yang bermanfaat yang dijamin menurut hokum atau keadilan bagi orang atau sekelompok orang tertentu. Aktiva juga diartikan sebagai manfaat ekonomi yang sangat mungkin diperoleh atau dikendalikan oleh entitas tertentu pada masa mendatang sebagai hasil transaksi atau kejadian masa lalu (Marianus Sinaga, 1997).
Dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) pada bagian kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan, manfaat ekonomi masa depan yang terwujud dalam aktiva adalah potensi dari aktiva tersebut untuk memberikan sumbangan, baik langsung maupun tidak langsung, arus kas dan setara kas kepada perusahaan. Potensi tersebut dapat berbentuk sesuatu yang produktif dan merupakan bagian dari aktivas operasional perusahaan. Mungkin pula berbentuk sesuatu yang dapat diubah menjadi kas atau setara kas atau berbentuk kemampuan untuk mengurangi pengeluaran kas, seperti penurunan biaya akibat penggunaan proses produksi alternatif. Sesuai dengan namanya aktifa produktif (earning assets) adalah aktiva yang menghasilkan suatu kontribusi pendapatan bagi bank.
Untuk lebih memahami konsep aktiva produkrif, maka pada bagaian ini terlebih dahulu akan dikupas mengenai aktiva dan prinsip-prinsipnya. Kualitas aktiva Produktif (KAP) adalah sebagai nilai tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana yang ditanamkan dalam aktiva produktif (pokok termasuk bunga) berdasarkan kriteria tertentu. Hal ini untuk memudahkan dalam memahami aktiva produktif dalam pembahasan selanjutnya. Aktiva diartikan sebagai jasa yang akan datang dalam bentuk uang atau jasa mendatang yang dapat ditukarkan menjadi uang (kecuali jasa-jasa yang timbul dari kontrak yang belum dijalankan kedua belah pihak secara sebanding) yang didalamnya terkandung kepentingan yang bermanfaat yang dijamin menurut hokum atau keadilan bagi orang atau sekelompok orang tertentu. Aktiva juga diartikan sebagai manfaat ekonomi yang sangat mungkin diperoleh atau dikendalikan oleh entitas tertentu pada masa mendatang sebagai hasil transaksi atau kejadian masa lalu (Marianus Sinaga, 1997).
Dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) pada bagian kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan, manfaat ekonomi masa depan yang terwujud dalam aktiva adalah potensi dari aktiva tersebut untuk memberikan sumbangan, baik langsung maupun tidak langsung, arus kas dan setara kas kepada perusahaan. Potensi tersebut dapat berbentuk sesuatu yang produktif dan merupakan bagian dari aktivas operasional perusahaan. Mungkin pula berbentuk sesuatu yang dapat diubah menjadi kas atau setara kas atau berbentuk kemampuan untuk mengurangi pengeluaran kas, seperti penurunan biaya akibat penggunaan proses produksi alternatif. Sesuai dengan namanya aktifa produktif (earning assets) adalah aktiva yang menghasilkan suatu kontribusi pendapatan bagi bank.
Isi / Elemen dari laporan kualitas aktiva produktif:
A. Pihak Terkait
1) Penempatan pada Bank Lain
2) Surat-surat Berharga kepada Pihak ketiga dan
Bank Indonesia
3) Kredit kepada Pihak ketiga
a. KUK
b. kredit properti
i. direstrukturisasi
ii. tidak direstrukturisasi
c. kredit lain yang direstrukturisasi
d. lainnya
4) Penyertaan pada pihak ketiga
a.Pada perusahaan keuangan non-bank
b.Dalam rangka restrukturisasi kredit
5) Tagihan Lain kepada pihak ketiga
6) Komitmen dan Kontinjensi kepada pihak ketiga
B. Pihak Tidak Terkait
1) Penempatan pada Bank Lain
2) Surat-surat Berharga kepada Pihak ketiga dan Bank Indonesia
3) Kredit kepada Pihak ketiga
a. KUK
b. kredit properti
i. direstrukturisasi
ii. tidak direstrukturisasi
c. kredit lain yang direstrukturisasi
d. lainnya
4) Penyertaan pada pihak ketiga
a.Pada perusahaan keuangan non-bank
b.Dalam rangka restrukturisasi kredit
5) Tagihan Lain kepada pihak ketiga
6) Komitmen dan Kontinjensi kepada pihak ketiga
7) PPAP yang wajib dibentuk
8) PPAP yang telah dibentuk
9) Total Asset bank yang dijaminkan :
a. Pada Bank Indonesia
b. Pada Pihak Lain
10) Persentase KUK terhadap total kredit
11) Persentase Jumlah Debitur KUK terhadap Total Debitur
Contoh Laporan Kualitas Aktiva Produktif
Pengertian laporan komitmen dan kontigensi
Komitmen adalah suatu perikatan atau kontrak berupa janji
yang tidak dapat dibatalkan secara satu pihak. Dan harus dilaksanakan apabila
suatu persyaratan yang disepakati bersama terpenuhi.
Jenis Komitmen ada 2 :
1. Komitmen Kewajiban, yaitu komitmen yang diberikan
oleh suatu bank kepada nasabah atau
pihak lain.
2. Komitmen tagihan, yaitu komitmen yang akan diterima oleh suatu bank dari pihak lainnya.
pihak lain.
2. Komitmen tagihan, yaitu komitmen yang akan diterima oleh suatu bank dari pihak lainnya.
Pengertian Kontijensi
Kontinjensi atau lebih dikenal dengan peristiwa atau
transaksi yang mengandung syarat merupakan transaksi yang paling banyak
ditemukan dalam kegiatan bank sehari-hari . kontijensi yang dimiliki oleh suatu
bank dapat berakibat tagihan atau kewajiban bagi bang yang bersangkutan.
Kontinjensi adalah suatu keadaan yang masih diliputi oleh ketidakpastian mengenai kemungkinan diperolehnya laba atau rugi oleh suatu perusahaan. Yang baru akan terselesaikan dengan terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa di masa yang akan datang.
Kontinjensi adalah suatu keadaan yang masih diliputi oleh ketidakpastian mengenai kemungkinan diperolehnya laba atau rugi oleh suatu perusahaan. Yang baru akan terselesaikan dengan terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa di masa yang akan datang.
Isi/elemen laporan komitmendan koatigensi:
-Tagihan
Kontingensi
1. Garansi dari bank lain
1.1 Bank Garansi
1.2 Jaminan Risk Sharing
1.3 Jaminan Lainnya
2. Pembelian Opsi Valuta Asing
3. Pendapatan bunga dalam penyelesaian Jumlah Tagihan Kontinjen
-Kewajiban Kontingensi
1. Garansi yang diberikan
1.1 Penerbitan Jaminan
1.1.1 Bank Garansi
1.1.2 Risk Sharing
1.1.3 Standby L/C
1.1.4 Bid Bonds
1.1.5 Lainnya
1.2 Akseptasi atau endosmen surat berharga
1.3 Lainnya
2. L/C yang revocable dan masih berjalan dalam rangka impor ekspor
3. Penjualan Opsi Valuta Asing
1. Garansi dari bank lain
1.1 Bank Garansi
1.2 Jaminan Risk Sharing
1.3 Jaminan Lainnya
2. Pembelian Opsi Valuta Asing
3. Pendapatan bunga dalam penyelesaian Jumlah Tagihan Kontinjen
-Kewajiban Kontingensi
1. Garansi yang diberikan
1.1 Penerbitan Jaminan
1.1.1 Bank Garansi
1.1.2 Risk Sharing
1.1.3 Standby L/C
1.1.4 Bid Bonds
1.1.5 Lainnya
1.2 Akseptasi atau endosmen surat berharga
1.3 Lainnya
2. L/C yang revocable dan masih berjalan dalam rangka impor ekspor
3. Penjualan Opsi Valuta Asing
Contoh laporan komitmen dan kontingensi
LAPORAN
KEUANGAN BANK DAN RASIO KEUANGAN BANK
Untuk
mengetahui kesehatan bank dan mengetahui kondisi keuangan bank dilihat dari
laporan keuangan yang disajikan oleh bank secara periodik. Dalam laporan
keuangan yang dibuat bank menggambarkan kinerja bank selama periode tertentu.
Pengolahan laporan keuangan dibuat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Analisis yang digunakan dalam hai ini menggunakan rasio-rasio keuangan sesuai
dengan standar yang berlaku, yaitu:
- Rasio likuiditas
- Rasio solvabilitas
- Rasio rentabilitas.
Penjelasan
RASIO LIKUIDITAS
Rasio ini
digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.
Dengan catatan semakin besar rasio likuiditas maka semakin likuid. Perhitungan
rasio likuiditas dengan cara:
- Quick Ratio (mengukur kemampuan bank dalam memenuhi kewajibannya pada para deposan (pemilik giro, tabungan dan deposito) dengan harta yang paling likuid.
Rumus
:
QR = (Cash asset) / (Total Deposit) x 100%
- Investing Policy Ratio (mengukur kemampuan bank dalam melunasi kewajibannya kepada para deposannya dengan cara melikuidasi SB)
Rumus
:
IPR = (Securities) / (Total deposit) x 100%
- Banking Ratio ( mengukur tingkat likuiditas bank dengan membandingkan jumlah kredit yang disalurkan dengan jumlah deposit yang dimilki).
Catatan:
semakin tinggi rasio ini maka semakin rendah tingkat likuiditas
bank.
Rumus
:
BR = (Total Loans) / (total deposit) x 100%
- Assets to Loan Ratio ( mengukur jumlah kredit yang disalurkan dengan harta yang dimiliki bank
Catatan:
semakin tinggi rasio ini semakin rendah tingkat likuiditas bank.
Rumus :
ALR = (Total Loans) / (Total Assets) x 100%
- Cash Ratio (mengukur kemampuan bank melunasi kewajiban yang harus segera dibayar dengan harta likuid bank.
Rumus :
CR = (liquid assets) / (short term borrowing) x 100%
- Loan to Deposit Ratio (mengukur komposisi kredit yang diberikan dibandingkan dengan jumlah dana masyarakat dan modal sendiri.
Catatan
:Besarnya LDR menurut aturan pemerintah maksimum 110%
Rumus
:
LDR = (total Loans) / (total deposit + equity) x 100%
RASIO
SOLVABILITAS
Rasio ini
digunakan mengukur kemempuan bank mencari sumber dana untuk membiayai kegiatan
bank atau alat ukur untuk melihat kekayaan bank serta melihat efisiensi pihak
manajemen bank. Perhitungan rasio ini dilakukan dengan cara :
- Primary Ratio (mengukur permodalan yang dimiliki bank memadai atau sejauh mana penurunan yang terjadi dalam total asset masuk dapat ditutupi oleh capital equity).
Rumus :
PR = (Equity capital) / (total assets) x 100%
- Risk Assets Ratio (mengukur kemungkinan penurunan risk assets.
Rumus
:
RAR = (Equity caital) / (total assets – cash assets – securities) x 100%
- Secondary Risk Ratio ( Mengukur penurunan asset yang mempunyai resiko lebih tinggi).
Rumus
:
SRR = (Equity capital) / (Secondary risk assets) 100%
- Capital Ratio (mengukur permodalan dan cadangan penghapusan dalam menanggung perkreditan, terutama resiko yang terjadi karena ada kegagalan dalam menagih bunga bank).
Rumus
:
CR = (equity capital + reserve for loan losses) / (total loans) x 100%
RASIO
RENTABILITAS (pofitabiitas usaha)
Rasio ini
digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang
dicapai oleh bank. Perhitungan rasio ini dilakukan dengan cara :
- Gross Profit Margin (mengukur presentasi laba dari kegiatan usaha murni bank setelah dikurangi biaya-biaya)
Rumus
:
GPM = (operating income – operating expense) / (operating income) x 100%
- Net Profit Margin (mengukur kemampuan bank dalam menghasilkan net income dari kegiatan operasi pokok bank)
Rumus
:
NPM = (net income) / (operating income) x 100%
- Return Equity Capital atau ROE (mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengeola capital yang ada untuk mendapatkan net income)
Rumus
:
ROE = (net income) / (equity income) x 100%
- Return on Total Assets (mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola assets). Ada 2 cara yang dihitung antara lain:
a. Gross Yield on Total Assets (mengukur kemampuan
manajemen bank menghasilkan income dari pengelolaan asset)
Rumus
: GRTA = (operating income) / (total
assets) x 100%
b. Net Income Total Assets (mengukur
kemampuan manajemen bank dalam memperoleh profitabilitas dan manajerial secara
overall).
Rumus
: NITA = (net income) / (total
assets) x 100%
- Rate Return on Loans (mengukur kamampuan manajemen bank mengelola kredit bank)
Rumus
:
RRL = (interest income) / (total loans) x 100%
- Interest Margin on Earning Assets (mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengendalikan biaya-biaya)
Rumus
:
IMEA = (interest income – interest expense) / (earning assets) x 100%
- Leverage Multiplier (mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola asetnya, dalam hal ini adanya biaya-biaya yang dikeluarkan dalam penggunaan aktiva bank)
Rumus
:
LM = (total Assets) / (total equity)
- Interest Margin on Loans
Rumus:
IML = (Interest income – Interest expense) / (total loans) x 100%
- Assets Utilization ( mengukur sejauh mana kemempuan manajemen bank mengelola asset dalam rangka menghasilkan operating income dan non-operating income)
Rumus
:
AU = (operating income + non operating income) / (total asset) x 100%
- Interest Expense Ratio (mengukur besarnya persentase bunga yang dibayar kepada para deposan bank dengan total deposit yang ada di bank)
Rumus
:
IER = (interest expense) / (total deposit) x 100%
- Cost of Fund (mengukur besarnya biaya yang dikeluarkan bank untuk sejumlah deposit bank).
Rumus
:
CF = (interest expense) / (total assets) x 100%
contoh Laporan Keuangan Bank
(laporan laba-rugi):
PT. BANK INDAH RUGI BANJARMASIN
LAPORAN LABA-RUGI
PER 31 DESEMBER 2009 (dalam jutaan rupiah)
|
Pendapatan
dan Beban Operasional
|
|||
|
Pendapatan
Bunga
|
|||
|
a.
Hasil
Bunga
|
456.000
|
||
|
b.
Provisi
& Komisi Kredit
|
48.000
|
||
|
Jumah Pendapatan Bunga
|
504.000
|
||
|
Beban
Bunga
|
|||
|
a.
Beban
bunga
|
255.000
|
||
|
b.
Beban
lain-lain
|
21.000
|
||
|
Jumlah Beban Bunga
|
(276.000)
|
||
|
Pendapatan Bunga Bersih
|
228.000
|
||
|
Pendapatan
Operasional Lainnya
|
|||
|
27.000
|
||
|
690.000
|
||
|
16.500
|
||
|
Jumlah pendapatan operasional lainnya
|
733.500
|
||
|
Beban
Operasional lainnya
|
|||
|
59.250
|
||
|
213.750
|
||
|
225.000
|
||
|
159.000
|
||
|
9.000
|
||
|
Jumlah beban operasional lainnya
|
(666.000)
|
||
|
Pendapatan/beban operasional bersih
|
295.500
|
||
|
Pendapatan
dan Beban non Operasional
|
|||
|
Pendapatan
non operasional
|
37.500
|
||
|
Beban non
operasional
|
(30.600)
|
||
|
Pendapatan
non operasinal/Beban non operasional
|
6.900
|
||
|
Laba-Rugi
sebelum pajak
|
302.400
|
||
|
Taksiran
pajak penghasilan perusahaan/bank
|
(86.400)
|
||
|
Laba-Rugi
tahun berjalan
|
216.000
|
||
Contoh Laporan Keuangan Bank (neraca)
PT. BANK INDAH RUGI BANJARMASIN
NERACA
PER 31 DESEMBER 2009 (dalam jutaan rupiah)
|
AKTIVA
|
|||
|
Kas
|
136.800
|
||
|
Rekening
giro pada BI
|
961.200
|
||
|
Rekening
giro pada BU (bank-bank lain)
|
330.000
|
||
|
Wesel, cek
dan tagihan lainnya
|
14.250
|
||
|
Efek-efek
(surab berharga)
|
240.000
|
||
|
Deposito
berjangka
|
450.000
|
||
|
Pinjaman
yang diberikan (dalam mata uang dlm Negeri/Rp)
|
3.750.000
|
||
|
Aktiva
dalam Valas
|
|||
|
990.000
|
||
|
1.620.000
|
||
|
1.200.000
|
||
|
Penyertaan
|
15.750
|
||
|
Inventaris
|
132.000
|
||
|
Rupa-rupa
|
180.000
|
||
|
Jumlah AKTIVA
|
10.020.000
|
||
|
PASIVA
|
|||
|
Kewajiban
|
|||
|
Rekening
giro
|
2.506.500
|
||
|
Tabungan
|
450.750
|
||
|
Deposito
berjangka
|
1.021.500
|
||
|
Kewajiban
yang segera dibayar lainnya
|
122.250
|
||
|
Pinjaman
yang diterima
|
1.530.000
|
||
|
Setoran
jaminan
|
42.000
|
||
|
Kewajiban
dalam Valas :
|
|||
|
2.176.500
|
||
|
1.215.750
|
||
|
Rupa-rupa
|
150.000
|
||
|
Jumlah Kewajiban
|
9.215.250
|
||
|
Modal
|
|||
|
2.250
|
||
|
195.000
|
||
|
Cadangan
umum
|
42.000
|
||
|
Cadangan
lainnya
|
285.000
|
||
|
Sisa laba
tahun lalu
|
64.500
|
||
|
Laba tahun
berjalan
|
216.000
|
||
|
Total Modal
|
804.750
|
||
|
Jumlah PASIVA
|
10.020.000
|
||
Dari Laporan
Keuangan diatas hitunglah kesehatan bank menurut anaisis CAMEL (capital,
assets, management, earning dan liquidity)!
Jawab :
- Aspek Capital (permodalan)
Tingkat
kecukupan modal dinyatakan dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy
ratio). Hal ini diukur dengan 2 cara yaitu:
a. Membandingkan modal dengan dana-dana pihak ketiga
b. Membandingkan modal dengan aktiva beresiko
Catatan:
standar BI CAR minimal 8% dikatakan Bank sehat
Jawab dengan cara Membandingkan modal dengan dana-dana
pihak ketiga
Rumus
:
CAR = (Modal dan Cadangan) / (Giro +
Deposito + Tabungan) x 100%
Catatan :
Bank dikatakan sehat apabila hasil =/> 10%
CAR
= (804.750) / (2.506.500 + 1.021.500 + 450.750) x 100%
CAR
= (804.750 / 3.978.750) x 100%
CAR
= 20,22%
Jawab dengan
Membandingkan modal dengan aktiva beresiko
Rumus
:
CAR = (total Modal) / (Aktiva) x 100%
Catatan :
CAR minimal 8% dikatakan bank sehat
CAR
= ( 804.750) / (122.250 + 1.530.000 + 42.000 + 2.176.500 + 1.215.750 + 150.000)
x 100%
CAR
= (804.750) / (5.236.500) x 100%
CAR
= 15,36 %
- Aspek Assets Quality (kualitas aset)
Perhitungan
ini dilakukan dengan cara :
aAssets to
Loan Ratio ( mengukur jumlah kredit yang disalurkan dengan harta yang dimiliki
bank
Catatan:
semakin tinggi rasio ini semakin rendah tingkat likuiditas bank.
Rumus :
ALR = (Total Loans) / (Total Assets) x 100%
Total Loans :
Pinjaman yang diberikan (dalam mata uang dlm
Negeri/Rp) Rp. 3.750.000
Pinjaman
yang diberikan
Valas
Rp. 1.620.000
Jawab:
ALR
= (3.750.000 + 1.620.000) / (10.020.000) x 100%
ALR
= 53,59%
- Aspek Management
Dalam hal
ini aspek yang dinilai adalah manajemen permodalan, manajemen kualitas
aktiva, manajemen umum, manajemen rentabilitas dan manajemen likuiditas.
Perhitungannya sebagai berikut:
a. Return Equity Capital atau ROE (mengukur kemampuan manajemen
bank dalam mengeola capital yang ada untuk mendapatkan net income)
Rumus
: ROE = (net income) / (equity
income) x 100%
Jawab:
Net Income = laba sebelum pajak – PPh
ROE = (216.000) / (804.750) x 100%
ROE = 26,84%
b. Gross Yield on Total Assets (mengukur kemampuan
manajemen bank menghasilkan income dari pengelolaan asset)
Rumus
: GRTA = (operating income) / (total
assets) x 100%
Jawab :
Operating
income :
Jumlah
Pendapatan
Bunga
Rp. 504.000
Jumlah
Pendapatan Operasi
ainnya
Rp. 733.500
GRTA
= (504.000 + 733.500) / (10.020.000) x 100%
GRTA
= (1.237.500) / (10.020.000) x 100%
GRTA
= 12,35%
c. Net Income Total Assets (mengukur
kemampuan manajemen bank dalam memperoleh profitabilitas dan manajerial secara
overall).
Rumus : NITA
= (net income) / (total assets) x
100%
Jawab:
NITA
= (216.000) / (10.020.000) x 100%
NITA
= 2, 15%
d. Rate Return on Loans (mengukur kamampuan manajemen
bank mengelola kredit bank)
Rumus : RRL
= (interest income) / (total loans) x 100%
Jawab:
Interest income: Hasil Bunga + prvoisi & komisi
kredit = 456.000 + 48.000 = 504.000
RRL = (504.000) / (3.750.000 + 1.620.000) x 100%
RRL = (504.000) /(5.370.000) x 100%
RRL = 9,38%
e. Interest Margin on Earning Assets (mengukur kemampuan
manajemen bank dalam mengendalikan biaya-biaya)
Rumus : IMEA
= (interest income – interest expense) / (earning assets) x 100%
Jawab:
Interest Expense = Beban bunga + beban2 lain = 255.000
+ 21.000 = 276.000
Earning Assets :
Efek-efek (surab berharga)
240.000
Deposito
berjangka
450.000
Pinjaman yang diberikan (dalam mata uang dlm
Negeri/Rp) 3.750.000
Pinjaman yang
diberikan
1.620.000
Penyertaan
15.000 = 6.075.750
IMEA
= (504.000 – 6.075.750) / (6.075.750) x 100%
IMEA
= 3,75%
f. Interest Margin on Loans
Rumus:
IML = (Interest income – Interest expense) / (total loans) x 100%
Jawab:
IML
= (504.000 – 276.000) / (5.370.000) x 100%
IML
= 4,24%
g. Leverage Multiplier (mengukur kemampuan manajemen bank
dalam mengelola asetnya, dalam hal ini adanya biaya-biaya yang dikeluarkan
dalam penggunaan aktiva bank)
Rumus : LM =
(total Assets) / (total equity) x 1 kali
Jawab:
LM
= (10.020.000) / (804.750) x 1 kali
LM
= 12,451 kali
h. Assets Utilization ( mengukur sejauh mana kemempuan
manajemen bank mengelola asset dalam rangka menghasilkan operating income
dan non-operating income)
Rumus : AU =
(operating income + non operating income) / (total asset) x 100%
Operating
income :
Jumlah
Pendapatan
Bunga
Rp. 504.000
Jumlah Pendapatan Operasi
ainnya
Rp. 733.500
Non operating income : 37.500
AU
= (504.000 + 733.500 + 37.500) / (10.020.000) x 100%
AU
= 12,72%
- Aspek Earning (Rentabilitas)
RASIO RENTABILITAS (pofitabiitas usaha)
Rasio ini
digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang
dicapai oleh bank. Perhitungan rasio ini dilakukan dengan cara :
a. Gross Profit Margin (mengukur presentasi laba
dari kegiatan usaha murni bank setelah dikurangi biaya-biaya)
Rumus : GPM
= (operating income – operating expense) / (operating income) x 100%
Operating
income :
Jumlah
Pendapatan
Bunga
Rp. 504.000
Jumlah Pendapatan Operasi
ainnya
Rp. 733.500 = 1.237.500
Operating expenses = Total beban bunga + total beban
operasinal lainya
Operating expenses = 276.000 + 666.000 = 942.000
GPM
= (
1.237.500 – 942.000) / (1.237.500) x 100%
GPM
= (295.500) / (1.237.500) x 100%
GPM
= 23,87%
b. Net Profit Margin (mengukur kemampuan bank dalam
menghasilkan net income dari kegiatan operasi pokok bank)
Rumus : NPM
= (net income) / (operating income) x 100%
Jawab:
NPM
= (216.000) / (1.237.500) x 100%
NPM
= 17,45%
- Aspek Luquidity
Rasio ini
digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.
Dengan catatan semakin besar rasio likuiditas maka semakin likuid. Perhitungan
rasio likuiditas dengan cara:
a. Quick Ratio (mengukur kemampuan bank dalam memenuhi
kewajibannya pada para deposan (pemilik giro, tabungan dan deposito) dengan
harta yang paling likuid.
Rumus : QR =
(Cash asset) / (Total Deposit) x 100%
Cash Assets:
Kas
136.800
Rekening giro pada
BI
961.200
Rekening giro pada
BU
330.000
Aktiva likuid dalam valas
990.000 = 2.418.000
Deposito = Giro + tabungan + deposito berjangka
Deposito = 2.506.500 + 450.750 + 1.021.500 = 3.978.750
QR = (2.418.000) / (3.978.750) x 100%
QR = 60,77%
b. Cash Ratio (mengukur kemampuan bank melunasi kewajiban
yang harus segera dibayar dengan harta likuid bank.
Rumus : CR =
(liquid assets) / (short term borrowing) x 100%
Liquid assets:
Kas
136.800
Rekening giro pada
BI
961.200
Rekening giro pada
BU
330.000
Aktiva likuid dalam
valas
990.000 = 2.418.000
Short term borrowing:
Rekening
Giro
2.506.500
Kewajiban yang segera dibayar lainnya
(Rp)
122.250
Kewajiban yang segera harus dibayar
(valas)
2.176.500 = 4.805.250
Jawab:
CR = (2.418.000) / (4.805.250) x 100%
CR = 50,31%
http://fajargilang666.blogspot.com/2015/04/laporan-keuangan-bank.html
No comments:
Post a Comment